Aku suka senja yang kuning emas serta sedikit kemerah – merahan…

Disatu waktu yang aku lupakan begitu saja, saat itulah pertama kali matahari menatap bijak padaku sambil terus turun, kemana aku tak pernah tahu

Lalu bumi yang sudah ku akrabi dari dulu seakan tahu, hingga mereka membisu. Hanya rumput yang tak pernah peduli perputaran siang malam. Maka kubiarkan ilalang yang menjulang bergoyang membelah matahari bijak, kuning emas dan sedikit kemerahan.

Aku lupa musimnya, yang aku tahu hanya kehangatan yang terus terasa tiada putus – putusnya. aku lupa bunyinya, karena aku sibuk mendengar gemeresak daun rerumputan.

Siapa aku,.. aku tak lagi peduli. Yang kutahu aku menatap matahari dari balik rerumpuitan. Yang kuingat hanya itu dan cukup itu…

Dan matahari terus tenggelam berwarna kuning emas sedikit kemerah – merahan…

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.